Seputar Perawatan Ternak

Manajemen Perawatan Cempe

Super Admin
25 Oct 2025 14:57
4 views
2 min read min read
Ringkasan

Manajemen perawatan cempe adalah upaya terencana sejak lahir hingga sapih untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan produktivitas ternak. Perawatan meliputi penanganan pascakelahiran, pemberian kolostrum tepat waktu, pengelolaan pakan susu dan pakan padat, serta sanitasi kandang dan manajemen kesehatan. Penerapan perawatan yang baik dapat menekan risiko penyakit dan kematian, sehingga cempe tumbuh optimal dan bernilai ekonomis lebih tinggi.

Manajemen perawatan cempe adalah serangkaian upaya terencana dalam pemeliharaan anak kambing sejak lahir hingga masa sapih (±3 bulan) yang sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, serta produktivitas ternak di masa depan. Cempe memiliki daya tahan tubuh yang masih rendah karena antibodi dari induk tidak dapat ditransfer selama masa kebuntingan, sehingga perawatan awal setelah kelahiran menjadi tahap yang sangat krusial. Penanganan pascakelahiran meliputi penyediaan lingkungan yang hangat dan nyaman, pembersihan lendir pada mulut dan hidung, serta perawatan tali pusar menggunakan antiseptik untuk mencegah infeksi Manajemen_Perawatan_Cempe

.

Pemberian kolostrum merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekebalan tubuh cempe karena mengandung antibodi, energi, vitamin, dan protein dalam konsentrasi tinggi. Kolostrum harus diberikan segera setelah lahir dengan jumlah dan frekuensi yang tepat. Setelah fase kolostrum, cempe dilanjutkan dengan pemberian susu induk atau susu pengganti apabila produksi susu induk tidak mencukupi, induk mati, atau susu memiliki nilai jual. Selain susu, cempe mulai dikenalkan pakan padat berupa konsentrat dan hijauan sejak umur 2–3 minggu untuk merangsang perkembangan saluran pencernaan dan mempercepat pertumbuhan bobot badan Manajemen_Perawatan_Cempe

.

Selain manajemen pakan, sanitasi kandang menjadi aspek penting dalam perawatan cempe. Kandang harus bersih, kering, memiliki ventilasi yang baik, kepadatan ternak yang sesuai, serta terpisah dari rumah tinggal guna mencegah stres dan penularan penyakit. Manajemen kesehatan juga harus diterapkan secara konsisten karena tingginya risiko penyakit pada fase cempe, seperti pneumonia dan coccidiosis, yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Dengan penerapan manajemen perawatan cempe yang tepat dan berkelanjutan, angka kematian dapat ditekan hingga tingkat minimal dan cempe dapat tumbuh optimal serta memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi bagi peternak


lebih lengkapnya dapat diunduk di link berikut :

https://drive.google.com/file/d/1irKY5y-yA5wuO7P_AHtBgtgNfR52IE1P/view?usp=drive_link

Artikel Terkait

Kembali ke Beranda
Total Pengunjung 591