Mastitis menyebabkan perubahan nyata maupun tersembunyi pada warna, bau, kekentalan, dan kualitas air susu kambing. Perubahan ini terjadi karena adanya peradangan jaringan ambing, peningkatan sel radang, serta aktivitas bakteri, virus maupun jamur di dalam kelenjar susu.
Pada kambing yang mengalami mastitis, susu dapat berubah menjadi:
Perubahan warna terjadi karena kerusakan pembuluh darah kecil dan bercampurnya darah atau sel radang ke dalam susu.
Susu normal kambing bersifat encer dan homogen, sedangkan pada mastitis bisa menjadi:
Hal ini disebabkan oleh penggumpalan protein (kasein) akibat enzim dari bakteri dan sel radang.
➡️ Terjadi karena aktivitas metabolisme bakteri dan agen patogen di dalam kelenjar susu.
📌 Ini sering terjadi pada mastitis subklinis.
Akibat mastitis:
➡️ Susu menjadi kurang bernilai gizi dan tidak layak konsumsi.
Pada mastitis subklinis:
📌 Inilah alasan mastitis subklinis sering disebut “pembunuh diam-diam” dalam usaha kambing perah maupun pembibitan.
Peternak bisa melakukan:
❌ Tidak aman dikonsumsi
❌ Tidak layak diolah
❌ Menurunkan harga jual
❌ Risiko penularan bakteri
❌ Kerusakan permanen ambing bila dibiarkan
Perubahan air susu merupakan tanda paling awal dan paling mudah dikenali pada mastitis kambing.
Setiap perubahan warna, bau, dan tekstur susu harus dianggap sebagai sinyal bahaya dan segera ditindaklanjuti.