Seputar mastitis

Infografis Susu Kambing yang Terkena Mastitis

Super Admin
23 Dec 2025 13:59
4 views
2 min read min read
Ringkasan

Perubahan air susu kambing akibat mastitis, meliputi perubahan warna, konsistensi, bau, dan kualitas nutrisi. Susu dapat menjadi keruh, bergumpal, berbau tidak sedap, serta mengalami penurunan kandungan lemak, protein, dan laktosa. Susu dari kambing yang terkena mastitis tidak aman dikonsumsi dan menurunkan nilai jual, sehingga diperlukan pemeriksaan dan penanganan segera pada kambing perah.


Mastitis menyebabkan perubahan nyata maupun tersembunyi pada warna, bau, kekentalan, dan kualitas air susu kambing. Perubahan ini terjadi karena adanya peradangan jaringan ambing, peningkatan sel radang, serta aktivitas bakteri, virus maupun jamur di dalam kelenjar susu.


🥛 Perubahan Fisik Air Susu

1️⃣ Perubahan Warna

Pada kambing yang mengalami mastitis, susu dapat berubah menjadi:

  1. Keruh / tidak jernih
  2. Kekuningan
  3. Kemerahan atau bercampur darah (hemoragik)
  4. Keabu-abuan (pada mastitis kronis atau gangren)

Perubahan warna terjadi karena kerusakan pembuluh darah kecil dan bercampurnya darah atau sel radang ke dalam susu.


2️⃣ Perubahan Konsistensi (Tekstur)

Susu normal kambing bersifat encer dan homogen, sedangkan pada mastitis bisa menjadi:

  1. Mengandung gumpalan (flakes)
  2. Mengental seperti lendir
  3. Berbutir-butir/ada butiran yang teraba
  4. Terpisah antara cairan dan endapan

Hal ini disebabkan oleh penggumpalan protein (kasein) akibat enzim dari bakteri dan sel radang.


3️⃣ Perubahan Bau

  1. Bau asam
  2. Bau busuk
  3. Bau tidak normal dibanding susu segar

➡️ Terjadi karena aktivitas metabolisme bakteri dan agen patogen di dalam kelenjar susu.


🧪 Perubahan Kimia dan Kualitas Susu

4️⃣ Peningkatan Sel Somatik

  1. Mastitis menyebabkan lonjakan jumlah sel somatik (leukosit).
  2. Susu terlihat normal, tetapi kualitasnya menurun

📌 Ini sering terjadi pada mastitis subklinis.


5️⃣ Penurunan Kandungan Gizi

Akibat mastitis:

  1. Lemak susu menurun
  2. Protein menurun
  3. Laktosa menurun
  4. pH susu meningkat (lebih basa)

➡️ Susu menjadi kurang bernilai gizi dan tidak layak konsumsi.


🧫 Perubahan pada Mastitis Subklinis

Pada mastitis subklinis:

  1. Susu tampak normal secara kasat mata namun produksi menurun
  2. Kualitas turun
  3. CMT menunjukkan hasil positif

📌 Inilah alasan mastitis subklinis sering disebut “pembunuh diam-diam” dalam usaha kambing perah maupun pembibitan.





🧪 Cara Mendeteksi Perubahan Susu di Lapangan

Peternak bisa melakukan:

  1. Pemerahan awal (strip cup test)
  2. → lihat warna dan gumpalan
  3. Perabaan (palpasi) ambing
  4. → keras,kulit ambing & puting menebal, panas, nyeri
  5. California Mastitis Test (CMT)
  6. → mendeteksi mastitis subklinis
  7. Pengamatan produksi susu harian


⚠️ Dampak Jika Susu Mastitis Tetap Diperah

❌ Tidak aman dikonsumsi

❌ Tidak layak diolah

❌ Menurunkan harga jual

❌ Risiko penularan bakteri

❌ Kerusakan permanen ambing bila dibiarkan


📌 Kesimpulan

Perubahan air susu merupakan tanda paling awal dan paling mudah dikenali pada mastitis kambing.

Setiap perubahan warna, bau, dan tekstur susu harus dianggap sebagai sinyal bahaya dan segera ditindaklanjuti.


Artikel Terkait

Kembali ke Beranda
Total Pengunjung 587