Seputar mastitis

Mastitis pada Kambing Saat Penyapihan

Super Admin
23 Dec 2025 14:03
16 views
2 min read min read
Ringkasan

Mastitis pada kambing dapat terjadi saat penyapihan akibat susu tertahan di ambing karena anak berhenti menyusu tanpa pemerahan bertahap. Kondisi ini memicu infeksi dan ditandai ambing membesar, keras, nyeri, produksi susu menurun, serta perubahan warna atau kekentalan susu. Pencegahan dilakukan dengan penyapihan bertahap, pemerahan ringan, kebersihan kandang dan ambing, serta nutrisi seimbang. Penanganan dini penting untuk mencegah penurunan kualitas susu dan kesehatan kambing.

Mastitis adalah peradangan pada ambing/kelenjar susu kambing yang bisa terjadi pada kambing betina yang menyusui maupun saat penyapihan anak. Penyapihan adalah masa ketika anak kambing mulai berhenti menyusu dan produksi susu induk mulai menurun. Jika proses pengurangan susu tidak dilakukan dengan benar, kambing bisa mengalami retensi susu → kelebihan susu → mastitis karena saluran ambing yang tidak segera kosong dari susu menjadi media infeksi agen patogen (bakteri,virus,fungi).


📌 Mengapa Mastitis Bisa Terjadi saat Penyapihan?

Pada masa penyapihan:

✅ Anak tidak menyusu → susu tidak terambil oleh cempe

❌ Jika tidak ditunjang pemerahan bertahap, susu bisa tertahan di ambing

➡️ Susu yang tertahan ini menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab mastitis karena jaringan ambing tetap lembap dan mudah terinfeksi.


Ciri-Ciri Mastitis pada Kambing yang Menyapih

Tanda Klinis yang Terlihat

✔ Ambing membesar tidak normal

✔ Tekstur ambing keras, panas, atau nyeri saat diraba

✔ Kulit ambing dan ptting tampak kemerahan atau bengkak & teraba lebih tebal

✔ Susu yang keluar bisa terlihat berubah warna, keruh, atau kental

✔ Produksi susu menurun

✔ Kambing bisa menunjukkan tanda tidak nyaman atau seperti kesakitan saat disentuh ambingnya

📌 Pada kasus mastitis subklinis, gejala fisik mungkin tidak nampak jelas, tetapi produksi susu tetap menurun dan kualitasnya terganggu. Pemeriksaan khusus (mis. California Mastitis Test) bisa membantu mengidentifikasi kondisi subklinis.


🩺 Pemeriksaan yang Dilakukan Peternak

👉 Amati perubahan ambing: ukuran, warna, tekstur

👉 Raba dengan lembut apakah terasa keras atau nyeri

👉 Perhatikan hasil pemerahan: perubahan warna / konsistensi susu

👉 Lakukan CMT untuk deteksi subklinis jika tersedia

🛡️ Pencegahan saat Penyapihan

Agar mastitis tidak terjadi saat penyapihan, lakukan hal berikut:

📍 Pengurangan produksi susu secara bertahap:

  1. Kurangi frekuensi dan interval secara bertahap beberapa minggu sebelum anak benar-benar disapih
  2. Anak juga mulai diberi pakan hijauan dan konsentrat sehingga menurunkan kebutuhan susu dari induk

📍 Pemerahan jangan sampai apuh (sisakan seperempat) di dalam ambing:

  1. Hindari meninggalkan susu terlalu banyak di ambing setelah anak berhenti menyusu.
  2. Pemerahan manual ringan bisa membantu mengurangi volume susu dalam ambing.

📍 Kebersihan:

  1. Pastikan ambing bersih sebelum dan sesudah pemerahan.
  2. Lingkungan kandang tetap kering dan bersih.

📍 Nutrisi yang tepat:

  1. Berikan pakan yang seimbang untuk kesehatan jaringan ambing dan daya tahan tubuh.

Pengobatan

Jika mastitis terjadi:

✔ Konsultasikan dengan dokter hewan untuk memilih obat yang tepat

✔ Pemerahan lembut untuk membantu mengosongkan ambing

✔ Antiseptik lokal jika diperlukan untuk mencegah penyebaran bakteri

✔ Pemberian suplemen secara medis membantu penyembuhan jaringan


Catatan Penting

Mastitis yang tidak ditangani dapat menyebabkan:

❗ Produksi susu menurun

❗ Penurunan kualitas susu

❗ Rasa sakit yang berkepanjangan pada kambing

❗ Anak kambing kekurangan asupan susu bila induk sakit

Artikel Terkait

Kembali ke Beranda
Total Pengunjung 575